Jumat, 21 Desember 2012

Hari Ibu Konon dirayakan orang Yunani dan Romawi Kuno..



Hari Ibu konon sudah dirayakan oleh orang Yunani dan Romawi kuno. Perayaan ini lalu menjadi bagian tradisi barat, namun berbagai negara lain kini juga merayakannya.
Radio Nederland merangkum 8 variasi perayaan Hari Ibu, dari sarapan di ranjang khas Belanda sampai berkunjung ke makan di Peru.
Belanda: hadiah buatan sendiri
Anak-anak Belanda suka membuat hadiah sendiri untuk Hari Ibu. Robin Zeekaf (7) asal Amersfoort di Belanda tengah membuat lukisan gips di sekolahnya. "Kalau nanti saya serahkan pada Ibu, saya akan mengucapkan selamat," begitu kata Robin. Kakaknya Martijn (9) sudah tidak lagi membuat hadiah sendiri, ia mau membeli kalung yang bagus untuk ibunya.
Sarapan Hari Ibu disajikan dengan masakan buatan sendiri. Hal ini dibuat bersama di rumah liburan di kepulauan Wad, Belanda utara. Sekolah-sekolah Belanda baru libur  2 minggu, dan suasana liburan mendukung perasaan khas Hari Ibu.
(Wendy Braanker)
Peru: restoran penuh
Di negara dengan budaya macho, peran ibu sebagai pengatur rumah tangga - acap kali dengan bantuan pembantu - menjadi penting. Ia menjaga suasana santai di rumah: masak, menyetrika dan membersihkan rumah. Para ayah kemudian menarik kesimpulan, ibu harus dimanjakan pada Hari Ibu. Misalnya pergi ke berbagai acara yang khusus diselenggarakan untuk Hari Ibu. Restoran penuh, karena ibu tidak perlu masak, dan ayah enggan atau tidak bisa masak. Toko-toko kembang menawarkan karangan bunga mereka yang paling bagus.
Para ibu sendiri sebenarnya tidak mengharapkan ini, mereka sudah senang kalau keluarganya bisa berkumpul. Untuk ibu yang sudah tidak ada, makam mereka ramai dikunjungi.
(Anna Rosales)
Cina: gaun khusus untuk ibu
Wang, eksekutif yang masih lajang, berencana membawa ibunya ke tukang jahit untuk membuatkan gaun yang pas. Wang, yang berusia 30-an, mengatakan: "Ibu sebenarnya agak molek, susah juga mencari ukuran konfeksi yang pas, gaun yang dibuat khusus baginya akan lebih bagus. Kalau saya bawa Ibu ke mal untuk beli pakaian, ia selalu mengomel bahwa harganya terlalu mahal. Nah, ketika saya usulkan mengunjungi tukang jahit, ia setuju. Ini adalah hadiah yang pas untuk ibu saya.
(Bei Wang)
Karibia: show Hari Ibu
Hari Ibu dirayakan besar-besaran di keluarga Suriname, Antilia Belanda dan Aruba. Tapi ini adalah perayaan yang bersifat komersial. Di berbagai surat kabar dan radio orang bisa membaca dan mendengar iklan restoran. Louise Shavet (59) tinggal sejak usia 12 di Antilia Belanda, kemudian pindah ke Suriname sampai usia 21 tahun. Ia adalah sorang single mother.
"Hari Minggu ini saya ke Den Haag, menghadiri show Hari Ibu yang didatangkan dari Karibia. Berbagai artis akan menghormati ibu dalam musik mereka."
Judul show kali ini adalah Ibu, Bunga Paling Indah di Tamanku. Para ibu yang berjasa akan dipanggil ke panggung dan akan mendapat penghirmatan. Karcis masuk memang mahal, 70 euro, tapi Louise Schavet mendapatkannya sebagai hadiah.
"Untuk ibu, yang penting adalah kalau anak dan cucu datang bertamu. Kakak saya akan mengurus makanan enak yang didatangkan dari  luar. Bagi orang di Suriname dan Antilia Belanda serta Aruba, Hari Ibu adalah hari suci, lebih penting katimbang Hari Ayah.
(Roy Khemradj)

RADAR KARAWANG AWAL 2013, UNSIKA BERSTATUS NEGERI



RADAR KARAWANG
Awal 2013, Unsika Berstatus Negeri
Written By Mang Raka on Senin, 17 Desember 2012 | 14:0

Gubernur Jawa Barat, DR. H. Ahmad Heryawan, LC, mengisyaratkan bahwa proses alih status Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) untuk jadi universitas negeri diperkirakan selesai pada awal tahun 2013 mendatang. Hal itu disampaikan gubernur saat menghadiri kegiatan reuni Unsika alumni 1989–2011. Acara digelar di kampus Unsika, Jalan Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Sabtu (15/12).
Lebih lanjut Gubernur menjelaskan bahwa salah satu syarat Unsika dapat dialihstatus jadi universitas negeri lantaran sudah punya areal lahan seluas 30 hektar. Untuk itu, Pemprov Jabar telah mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar untuk keperluan pengadaan lahan tersebut. "Saat ini masih kekurangan sebesar Rp 4.8 miliar, yang akan segera dibayarkan," katanya.

Dilanjutkannya, bahwa pihak Pemprov Jabar telah menargetkan pula untuk mengalihstatuskan tiga perguruan tinggi lainnya di Jabar menjadi negeri. “Dua di antaranya direncanakan telah menjadi negeri pada awal tahun 2013, termasuk Unsika ini. Sedangkan dua lainnya ditargetkan akhir 2013,” imbuhnya. Konon peningkatan jumlah universitas negeri di Jabar cukup mendesak, terlebih rasio populasi penduduk yang lebih tinggi di daerah lain. “Di Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah penduduk yang relatif kecil pun telah punya tiga perguruan tinggi negeri. Sehingga sudah selayaknya Jawa Barat memiliki jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak,” tambah gubernur.
Bupati Karawang, H. Ade Swara di kesempatan tersebut menyambut baik rencana alih status Unsika jadi universitas negeri. Dengan harapan, proses itu dapat menjadi salah satu upaya bagi meningkatkan kualitas pendidikan di Karawang. Selain itu, Bupati Ade Swara pun berharap para alumni Unsika dapat mengembangkan karya dan prakarsa yang bermanfaat bagi pembangunan Karawang. “Dengan harapan semua mampu mengikuti perkembangan zaman. Juga dapat kontribusi terhadap pembangunan bangsa,” tandasnya.
Ketua Ikatan Alumni Unsika, Tono Bahtiar, juga menegaskan optimismenya terkait proses alih status Unsika jadi universitas negeri. Syarat ketersediaan lahan seluas 30 hektar, yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Klari–Tanjungpura, disebutnya saat ini telah semakin siap. Di sisi lain, keberadaan Unsika sendiri telah memberikan kontribusi positif, dimana salah satunya adalah munculnya beragam LSM, jaringan peduli hukum yang merupakan para alumnus Unsika.
Di penutupan acara, Gubernur Ahmad Heryawan dan Bupati Ade Swara pun meresmikan Sekretariat Ikatan Alumni Unsika yang dibangun dengan menggunakan dana bantuan dari Pemkab Karawang. Selain bantuan tersebut, Ketua Yayasan Singaperbangsa Karawang, Mayjen (purn) Tayo Tarmadi menjelaskan Pemkab Karawang telah pula memberikan bantuan lain, di antaranya adalah untuk pembangunan gedung Menwa Rp 125 juta, pembangunan gedung Fakultas Ekonomi Rp 2,5 miliar, serta beasiswa sebesar Rp 3,3 miliar. (yud)